ESG Series

Cara Menyusun ESG Strategy Roadmap Perusahaan: Panduan 7 Langkah untuk Direksi dan Tim Sustainability

22 September 2026 · oleh admin.esgsolusi

Cara Menyusun ESG Strategy Roadmap Perusahaan Panduan 7 Langkah untuk Direksi dan Tim Sustainability
ESG strategy roadmap adalah kerangka terstruktur yang memandu perusahaan dari asesmen kondisi awal hingga monitoring kinerja keberlanjutan secara berkelanjutan. Menyusunnya melibatkan 7 langkah utama: baseline assessment, materiality assessment, penetapan visi dan target terukur, pembangunan struktur tata kelola, integrasi ke strategi bisnis, alokasi sumber daya, serta monitoring dan pelaporan berkala sesuai standar OJK dan GRI.

Mengapa ESG Strategy Roadmap Jadi Kebutuhan Mendesak, Bukan Sekadar Formalitas

Hampir semua perusahaan besar di Indonesia kini mengaku memiliki tujuan keberlanjutan. Namun, mengaku punya tujuan dan benar-benar memiliki peta jalan yang bisa dieksekusi adalah dua hal yang sangat berbeda dan gap ini terlihat jelas dari data terbaru.

Survei Green Impact Gap yang dirilis Schneider Electric pada 2024 terhadap 4.500 pemimpin bisnis di sembilan negara Asia menemukan bahwa 98% bisnis di Indonesia menyatakan memiliki tujuan keberlanjutan, tetapi hanya 51% yang memiliki strategi keberlanjutan yang jelas dan komprehensif artinya sekitar 47% perusahaan berjalan tanpa peta jalan yang terstruktur

Kondisi ini terkonfirmasi oleh survei Mandiri Institute tahun 2023 terhadap 162 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, yang menemukan bahwa meskipun mayoritas sudah mengambil langkah tertentu, sekitar 17% perusahaan bahkan belum memulai mitigasi apa pun terhadap tantangan ESG

Di sisi regulasi, tekanan ini semakin nyata. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK Nomor 51/POJK.03/2017 mewajibkan lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik untuk menerapkan keuangan berkelanjutan dan menyusun laporan keberlanjutan secara berkala.

Tanpa roadmap yang jelas, kewajiban pelaporan ini sering dikerjakan secara reaktif disusun mendekati tenggat, tanpa data yang konsisten, dan tanpa keterkaitan nyata dengan strategi bisnis.

Apa Itu ESG Strategy Roadmap dan Bedanya dengan Kebijakan ESG Biasa

ESG strategy roadmap adalah dokumen perencanaan strategis yang memetakan langkah, target, dan penanggung jawab perusahaan dalam menjalankan agenda Environmental, Social, dan Governance selama periode tertentu biasanya 3 hingga 5 tahun.

Ini berbeda dari kebijakan ESG biasa. Kebijakan ESG umumnya berisi komitmen dan prinsip umum (misalnya “kami berkomitmen mengurangi emisi karbon”), sementara roadmap menjabarkan bagaimana komitmen itu dieksekusi: siapa yang bertanggung jawab, target apa yang diukur, sumber daya apa yang dialokasikan, dan kapan setiap tahap harus tercapai. Roadmap-lah yang mengubah niat baik menjadi hasil yang bisa diaudit dan dilaporkan.

7 Langkah Menyusun ESG Strategy Roadmap Perusahaan

Berikut kerangka kerja yang umum digunakan dalam pendampingan penyusunan strategi ESG di berbagai sektor di Indonesia.

Langkah 1: Baseline Assessment (Asesmen Kondisi Awal)

Sebelum menentukan arah, perusahaan perlu memahami posisinya saat ini. Tahap ini mencakup:

  • Pemetaan kebijakan dan praktik ESG yang sudah berjalan (walau belum formal).
  • Identifikasi regulasi yang berlaku bagi sektor dan skala perusahaan (misalnya POJK 51 untuk emiten dan lembaga jasa keuangan).
  • Benchmark terhadap praktik kompetitor atau standar industri.

Langkah 2: Materiality Assessment (Termasuk Double Materiality)

Materiality assessment menentukan isu ESG mana yang paling relevan dan berdampak bagi bisnis serta pemangku kepentingan. Pendekatan double materiality yang kini menjadi standar dalam kerangka pelaporan global seperti ISSB menilai dampak dari dua arah sekaligus: bagaimana isu keberlanjutan memengaruhi kinerja finansial perusahaan, dan bagaimana operasi perusahaan berdampak terhadap lingkungan serta masyarakat.

Hasil dari tahap ini biasanya berupa matriks materialitas yang menjadi dasar penentuan prioritas pada langkah berikutnya.

Langkah 3: Menetapkan Visi, Pilar, dan Target Terukur

Dari isu material yang teridentifikasi, perusahaan merumuskan visi keberlanjutan jangka panjang dan menerjemahkannya ke pilar-pilar strategis (misalnya dekarbonisasi, kesejahteraan pekerja, tata kelola anti-korupsi) lengkap dengan target terukur dan tenggat waktu bukan sekadar aspirasi kualitatif.

Langkah 4: Membangun Struktur Tata Kelola ESG

Roadmap yang baik butuh struktur tata kelola yang jelas: siapa di tingkat direksi yang mengawasi (idealnya melalui komite khusus atau penunjukan langsung), siapa yang menjadi pemilik program di level operasional, dan bagaimana pelaporan kemajuan disampaikan ke dewan komisaris.

Langkah 5: Integrasi ke Strategi Bisnis dan Unit Kerja

Ini adalah tahap yang paling sering diabaikan. Target ESG harus diturunkan menjadi indikator kinerja di masing-masing unit bisnis procurement, operasional, SDM, keuangan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu divisi sustainability yang berdiri sendiri.

Langkah 6: Alokasi Sumber Daya dan Rencana Implementasi

Setiap target memerlukan anggaran, tim, dan sistem pendukung (termasuk sistem pencatatan data ESG). Tanpa alokasi sumber daya yang jelas, roadmap berisiko berhenti sebagai dokumen di atas kertas.

Langkah 7: Monitoring, Pelaporan, dan Perbaikan Berkelanjutan

Tahap terakhir adalah membangun mekanisme pemantauan berkala, menyusun laporan keberlanjutan sesuai standar yang relevan (GRI, POJK 51, atau ISSB tergantung kebutuhan), dan melakukan evaluasi tahunan untuk menyesuaikan target dengan perkembangan bisnis dan regulasi.

Ringkasan 7 Langkah ESG Strategy Roadmap

LangkahFokus UtamaOutput UtamaEstimasi Durasi
1. Baseline AssessmentMemetakan kondisi & regulasi saat iniLaporan gap assessment3-4 minggu
2. Materiality AssessmentMenentukan isu material (single/double)Matriks materialitas4-6 minggu
3. Visi & TargetMerumuskan pilar & target terukurDokumen visi & KPI ESG2-3 minggu
4. Tata Kelola ESGStruktur pengawasan & akuntabilitasStruktur governance ESG2-3 minggu
5. Integrasi BisnisMenurunkan target ke unit kerjaKPI per unit bisnis4-6 minggu
6. Alokasi Sumber DayaAnggaran, tim, sistem dataRencana implementasi & budget3-4 minggu
7. Monitoring & PelaporanEvaluasi berkala & laporan keberlanjutanSustainability report tahunanBerkelanjutan

Kesalahan Umum yang Membuat ESG Strategy Roadmap Gagal di Tahap Implementasi

  • Menyusun roadmap tanpa materiality assessment, sehingga target yang ditetapkan tidak relevan dengan risiko dan peluang nyata perusahaan.
  • Menjadikan ESG tanggung jawab satu divisi saja, tanpa keterlibatan direksi maupun unit bisnis inti.
  • Target yang terlalu umum dan tidak terukur, sehingga sulit dilaporkan maupun dievaluasi.
  • Tidak ada sistem pencatatan data yang konsisten, sehingga laporan keberlanjutan disusun secara manual dan rawan inkonsistensi.
  • Roadmap tidak pernah dievaluasi ulang, padahal regulasi dan ekspektasi pemangku kepentingan terus berkembang.

Dari Roadmap ke Aksi: Peran Pendampingan Profesional

Menyusun ESG strategy roadmap yang solid membutuhkan lebih dari niat baik dibutuhkan metodologi asesmen yang teruji, pemahaman regulasi terkini, dan kemampuan menerjemahkan hasil asesmen menjadi target yang benar-benar bisa dieksekusi oleh unit bisnis.

ESG Solusi mendampingi proses ini melalui layanan ESG strategy mapping dan sustainability assessment, mulai dari baseline assessment, materiality assessment, hingga penyusunan roadmap yang selaras dengan ketentuan OJK dan standar pelaporan seperti GRI. Pendampingan ini juga didukung oleh program ESG Fundamental untuk membekali tim internal perusahaan memahami dasar ESG sebelum roadmap diimplementasikan, serta pelatihan GRC terintegrasi bagi perusahaan yang ingin memastikan struktur tata kelola ESG-nya berjalan beriringan dengan manajemen risiko dan kepatuhan.

Bagi perusahaan berskala UMKM atau bisnis keluarga yang ingin memulai dari kerangka governance yang lebih sederhana, artikel Membangun Strategi GRC Terintegrasi untuk UMKM dan Perusahaan Keluarga di Indonesia bisa menjadi titik awal yang relevan sebelum masuk ke tahap roadmap ESG yang lebih komprehensif.

FAQ Seputar ESG Strategy Roadmap

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyusun ESG strategy roadmap?

Secara umum, proses penyusunan dari baseline assessment hingga roadmap final berkisar 3-5 bulan, tergantung ukuran perusahaan dan kompleksitas unit bisnis yang perlu dilibatkan. Tahap materiality assessment biasanya memakan waktu paling lama karena melibatkan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Apakah semua perusahaan wajib punya ESG strategy roadmap?

Secara regulasi, POJK 51/POJK.03/2017 mewajibkan lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik untuk menerapkan keuangan berkelanjutan. Namun secara praktik bisnis, roadmap ESG kini juga makin relevan bagi perusahaan swasta besar dan UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan multinasional atau emiten.

Apa perbedaan single materiality dan double materiality?

Single materiality hanya menilai bagaimana isu ESG berdampak pada kinerja finansial perusahaan. Double materiality menilai dua arah sekaligus: dampak isu ESG terhadap finansial perusahaan, dan dampak operasi perusahaan terhadap lingkungan serta masyarakat pendekatan yang kini menjadi standar dalam kerangka pelaporan global seperti ISSB.

Siapa yang seharusnya memimpin penyusunan ESG strategy roadmap di perusahaan?

Idealnya dipimpin langsung oleh direksi atau komite khusus di bawah pengawasan dewan komisaris, dengan pelibatan tim sustainability sebagai pelaksana teknis dan perwakilan dari setiap unit bisnis utama agar target yang disusun benar-benar bisa diintegrasikan ke operasional sehari-hari.

Apakah ESG strategy roadmap harus direvisi setiap tahun?

Roadmap jangka panjang (3-5 tahun) tidak perlu disusun ulang setiap tahun, tetapi target dan capaiannya sebaiknya dievaluasi setiap tahun melalui proses monitoring dan pelaporan, agar tetap relevan dengan perkembangan regulasi maupun kondisi bisnis.

Roadmap ESG Adalah Investasi Kredibilitas Jangka Panjang, Bukan Beban Administratif

Perusahaan yang menunda penyusunan ESG strategy roadmap bukan hanya berisiko tertinggal secara regulasi, tetapi juga kehilangan kesempatan mengubah komitmen keberlanjutan menjadi keunggulan kompetitif nyata mulai dari akses pembiayaan yang lebih baik hingga kepercayaan investor dan mitra bisnis.

Jika perusahaan Anda ingin memulai proses ini dengan pendampingan yang terstruktur, tim ESG Solusi siap membantu mulai dari asesmen awal hingga penyusunan roadmap yang sesuai dengan skala bisnis dan regulasi yang berlaku. Konsultasikan kebutuhan ESG strategy roadmap perusahaan Anda melalui WhatsApp atau pelajari lebih lanjut program ESG Fundamental ESG Solusi untuk membekali tim Anda sebelum implementasi dimulai.

← Kembali ke Blog Konsultasi via WhatsApp
Chat via WhatsApp