Selama ini, perbincangan keberlanjutan banyak berkutat soal iklim dan emisi karbon. Namun ada dimensi lain yang mulai naik ke permukaan: alam dan keanekaragaman hayati. Perusahaan ternyata sangat bergantung pada alam, mulai dari air bersih, tanah subur, hingga penyerbukan, dan kerusakan alam membawa risiko bisnis yang nyata.
Di sinilah TNFD hadir. Mungkin Anda baru pertama mendengar istilah ini, dan itu wajar karena kerangka ini relatif baru. Artikel ini akan mengenalkan TNFD dengan bahasa yang mudah, menjelaskan mengapa alam penting bagi bisnis, dan bagaimana perusahaan mulai menyikapinya.
Apa Itu TNFD?
TNFD, singkatan dari Taskforce on Nature-related Financial Disclosures, adalah kerangka yang membantu perusahaan memahami dan mengungkapkan risiko serta peluang yang berkaitan dengan alam. Jika TCFD berfokus pada iklim, TNFD melengkapi dengan fokus pada alam dan keanekaragaman hayati. Kerangka resminya dapat dipelajari langsung dari situs TNFD.
Mengapa Alam Penting bagi Bisnis?
Mungkin terdengar jauh, tetapi ketergantungan bisnis pada alam lebih besar dari yang kita sadari. Memahaminya membuka mata terhadap risiko yang selama ini tersembunyi.
- Ketergantungan sumber daya: banyak bisnis bergantung pada air, tanah, dan bahan baku alami.
- Risiko gangguan alam: kerusakan ekosistem dapat mengganggu pasokan dan operasi.
- Tuntutan investor: investor global mulai menanyakan eksposur perusahaan terhadap risiko alam.
- Reputasi: keterlibatan dalam kerusakan alam dapat merusak citra perusahaan.
Mengenal Pendekatan LEAP
TNFD memperkenalkan pendekatan bernama LEAP untuk membantu perusahaan menilai hubungannya dengan alam secara terstruktur. Empat langkahnya mudah diingat.
TNFD dan Kaitannya dengan Kerangka Lain
Satu pertanyaan yang sering muncul: apakah TNFD menambah beban baru di atas kerangka yang sudah ada? Sebenarnya tidak. TNFD dirancang untuk selaras dengan kerangka seperti TCFD dan standar dari ISSB. Perusahaan yang sudah terbiasa mengelola risiko iklim akan menemukan banyak kemiripan pendekatan, sehingga menambahkan dimensi alam terasa seperti perluasan alami, bukan pekerjaan yang sama sekali baru.
Siapa yang Perlu Memperhatikan TNFD?
Meski relevan bagi banyak perusahaan, beberapa sektor memiliki eksposur yang jauh lebih tinggi terhadap risiko alam. Perusahaan di bidang agrikultur, perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan makanan sangat bergantung pada ekosistem, sehingga paling perlu memperhatikan TNFD. Namun, dengan menguatnya perhatian investor global, perusahaan di sektor lain pun mulai memetakan eksposurnya agar tidak tertinggal.
Mulai Menilai Eksposur Alam Perusahaan Anda
Menilai hubungan perusahaan dengan alam membutuhkan pemahaman kerangka seperti TNFD serta kemampuan mengaitkannya dengan manajemen risiko. Banyak perusahaan merasa terbantu dengan pendampingan untuk memulai, terutama dalam memetakan ketergantungan dan dampaknya. ESG Solusi mendukung perusahaan melalui layanan konsultasi ESG dan memperdalam sisi risikonya lewat program ESG Risk Management.
Peluang di Balik Risiko Alam
Menariknya, TNFD tidak hanya berbicara soal risiko. Perusahaan yang memahami hubungannya dengan alam juga menemukan peluang yang bisa menjadi keunggulan kompetitif.
- Efisiensi sumber daya: mengelola air dan bahan baku alami secara bijak menghemat biaya.
- Produk berkelanjutan: memenuhi permintaan pasar yang semakin peduli pada alam.
- Akses pembiayaan: investor menghargai perusahaan yang mengelola risiko alam dengan baik.
- Ketahanan jangka panjang: menjaga ekosistem berarti menjaga kelangsungan pasokan bisnis.
Dengan sudut pandang ini, menilai eksposur alam bukan sekadar menghindari ancaman, melainkan menemukan cara baru menciptakan nilai. Perusahaan yang bergerak lebih awal dapat memposisikan diri sebagai pemimpin di sektornya dalam hal keberlanjutan alam.
Hal yang Sering Ditanyakan tentang TNFD
Apakah TNFD relevan bagi perusahaan di Indonesia?
Sangat relevan, mengingat Indonesia memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang besar sekaligus banyak sektor yang bergantung padanya. Perusahaan di bidang perkebunan, kehutanan, dan agrikultur khususnya memiliki eksposur tinggi terhadap risiko alam. Dengan investor global yang semakin memperhatikan isu ini, memahami TNFD membantu perusahaan Indonesia tetap kompetitif dan siap memenuhi ekspektasi pasar internasional.
Bagaimana memulai TNFD jika perusahaan belum pernah menilai risiko alam?
Langkah awal yang paling praktis adalah menerapkan tahap pertama pendekatan LEAP, yaitu Locate, dengan mengenali di mana saja bisnis Anda berinteraksi dengan alam, misalnya penggunaan air, lahan, atau bahan baku alami. Dari sini, perusahaan dapat lanjut menilai ketergantungan dan dampaknya secara bertahap. Tidak perlu langsung sempurna; yang penting mulai memetakan dan membangun pemahaman secara konsisten.
Apa bedanya TNFD dan TCFD?
TCFD berfokus pada risiko dan peluang terkait iklim, sedangkan TNFD berfokus pada alam dan keanekaragaman hayati. Keduanya memiliki struktur yang mirip dan dirancang agar saling melengkapi. Perusahaan yang sudah menerapkan TCFD akan menemukan bahwa menambahkan TNFD terasa familier karena pendekatannya serupa.
Apakah TNFD sudah wajib?
Saat ini TNFD lebih bersifat kerangka sukarela yang diadopsi perusahaan untuk memenuhi ekspektasi investor dan bersiap menghadapi tren pengungkapan alam. Namun, seperti halnya kerangka iklim sebelumnya, tren menuju pengungkapan yang lebih terstruktur terus menguat, sehingga mempelajarinya lebih awal adalah langkah yang bijak.
Apa itu pendekatan LEAP?
LEAP adalah metode empat langkah yang diperkenalkan TNFD: Locate (mengenali interaksi dengan alam), Evaluate (menilai ketergantungan dan dampak), Assess (menilai risiko dan peluang), dan Prepare (menyiapkan respons serta pengungkapan). Pendekatan ini membantu perusahaan menilai hubungannya dengan alam secara terstruktur dan bertahap.
Sektor apa yang paling perlu memperhatikan TNFD?
Sektor dengan ketergantungan tinggi pada ekosistem, seperti agrikultur, perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan makanan, paling perlu memperhatikan TNFD. Namun, karena perhatian investor global terus meluas, perusahaan di sektor lain pun semakin terdorong memetakan eksposur alamnya.
Jangan Abaikan Dimensi Alam
TNFD mengingatkan kita bahwa keberlanjutan bukan hanya soal iklim, tetapi juga alam yang menopang bisnis kita. Dengan mulai memetakan eksposur alam lebih awal, perusahaan Anda dapat mengenali risiko tersembunyi sekaligus menemukan peluang baru, dan tampil lebih siap di mata investor global.
Ingin mulai menilai eksposur alam perusahaan Anda? Konsultasikan dengan tim ESG Solusi, atau perdalam pengelolaan risiko keberlanjutan lewat ESG Risk Management.
Jika Anda ingin mempercepat penerapan dan membangun kompetensi internal, lihat program manajemen risiko ESG. Tim ESG Solusi dapat membantu memetakan kebutuhan, menyusun prioritas, dan menyiapkan pelatihan yang sesuai dengan konteks organisasi Anda.



